BELAJAR DI TENGAH WABAH COVID-19
Curhatan hati
Selamat menjalankan ibadah puasa.
Semoga dalan keadaan sehat dan tetap semangat buat yang sakit cepet sembuh ya, amin ya rabb
WABAH covid-19 semakin meluas dan telah menjangkit lebih dari 215 negara, termasuk Indonesia.
Di Indonesia sendiri, jumlah pasien positif covid-19 bertambah dengan cukup cepat. Hal tersebut dapat menimbulkan rasa takut dan panik, bila tidak dikendalikan. Kemudian, bagi sebagian orang tekanan tersebut akan berdampak negatif pada kesehatan mental.
Kesehatan metal tidak. Sekedar diindikasikan dari ketiadaan gangguan mental, tetapi terintegrasi fisik dan sosial. Orang yang sehat metal memiliki kebebasan untuk beraktivitas dan berinteraksi secara produktif dan konstruktif.
Terkait dengan himbauan untuk stay at home dan kebijakan physical distancing ini.
Aku yang hidup dalam sunyi dikeramaian. Berjalan walau waktu hendak menghentikanku. Gemuruh suara mereka mencercah betapa tak bergunanya aku kala itu. Tak perduli ruang hampa, panas terik, gelap terang silih berganti. Sesekali aku ingin berhenti menyeka air muka yang sudah hampir mengering. Langkah kaki yang pernah gigah oleh kejam ya suara dentuman peluru cemoohan. Aku yang pernah terabaikan. Aku yang hampir terlupakan.
Dengan adanya pandemik covid 19 membuat dunia lumpuh Seluruh sektor kehidupan Manusia berjalan lambat. Demikian halnya dengan dunia pendidikan tidak lepas dari pengaruhnya tidak lepas dari pengaruhnya.
Kondisi ini memaksa guru dan siswa melakukan aktivitas pembelajaran dari rumah yang sebelumnya asing bagi. Mereka ingin segera kondisi normal sehingga anak anak bisa kembali ke sekolah dan belajar di sekolah.
Demikian pula dengan anak anak belajar disekolah lebih menyenangkan. karena bisa ketemu dengan. kawan kawan dan guru dan lingkungan lebih luas.
Pengelolaan manajemen satuan pendidikan juga demikian. Ini membuat kita sadar bahwa sudah saatnya kita harus belajar. Sudah saatnya kita harus mengubah cara berpikir kita bahwa pembelajaran buka hanya bisa dilakukan dengan tatap muka dikelas tetapi juga bisa dilakukan secara daring (Online learning/online classroom ) tidak sedikit orang tua mengeluh harus berperan sebagai "guru" bagi anaknya sekolah sekolah mencari solusi dari keadaan emergency ini.
Langkah apa yang harusnya dilakukan siswa, guru, orang tua, satuan pendidikan bahwa pemerintah dalam mengatasi persoalan ini.
Bagaimana merencanakan, menyelenggarakan, mengevaluasi dan mengontrol proses pembelajaran diera pandemik covid-19
Guru guru menjadi akrab dengan teknologi untuk pembelajaran, yang semula belum terbiasa menggunakan berbagai aplikasi atau menggunakan berbagai aplikasi dan beberapa tools untuk e-learning atau menggunakan gawai untuk pembelajaran maka sekarang hampir semua guru menjadi akrab menggunakan perangkat tersebut, ada yang menggunakan aplikasi dari Google, ada Zoom Cloud Meeting, web sekolah, WhatsApp group, email dan lain lain. Tuntutan pelayanan dalam Pembelajaran Jarak jauh, selama Belajar dari rumah maka guru mau tidak mau harus menggunakan TIK dalam pembelajaran
By NkD
Guru SMAN DAN SMK

Komentar
Posting Komentar