PARA PENGKHIANAT

 *PARA PENGKHIANAT*


(1). Perjuangan tidak selalu melahirkan pahlawan, tapi juga memunculkan pengkhianat.


(2). Itulah sebabnya *musuh mampu bertahan lama. Bukan karena mereka hebat, tapi karena ulah para pengkhianat ini*.


(3). Bagaimana mungkin negara *sekecil Belanda bisa menjajah negeri sebesar ini, bahkan hingga 3,5 abad? Jawabnya karena Belanda dibantu oleh para pengkhianat*


(4). *Hanya demi perut, dan 1 stel seragam, mereka rela menjadi kaki tangan penjajah dan mengkhianati perjuangan bangsa*. 


(5). Teuku Cik Ditiro, misalnya. Tak terkalahkan selama memimpin perang sabil di Aceh. Belanda selalu gagal membunuhnya di medan perang.


(6). Belanda baru bisa memadamkan perang Aceh setelah *Teuku Cik Ditiro dibunuh dgn cara diracun. Siapa yg melakukannya? Belanda? Bukan. Tapi pribumi pengkhianat yang tergiur dengan iming-iming jabatan*.


(7). Begitu juga dengan yang dialami Panglima Besar Jenderal Sudirman. *Akibat pengkhianatan anak buahnya, persembunyian beliau dalam perang gerilya diketahui dan dikepung Belanda*. Meski Jenderal Sudirman tetap selamat dan lolos dari penyergapan.


(8). Itulah sebabnya syeikh Abdullah 'Azzam berpesan: "*Sediakan olehmu sepuluh peluru *Satu untuk musuhmu, dan sembilan untuk Pengkhianat*.


(9). Baca lagi semua sejarah perjuangan bangsa. Maka kita temukan bahwa yang *terdepan membangkitkan semangat perlawanan, sebagian besarnya adalah para ulama*.


(10). Sedangkan para pengkhianat, yg menjadi kaki tangan penjajah, *anjing-anjing kompeni, adalah orang-orang yang benci dgn ulama*. Dan inilah yg terjadi di sepanjang zaman.


(11). *Maka jika hari-hari ini kita menyaksikan orang-orang yang membenci ulama, maka bisa jadi kakek moyang mereka dulunya adalah seorang pengkhianat*.


(12). Disinilah kita memahami apa yang dulu dikhawatirkan bung Karno: "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi *perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri*”


(13). *Semoga segera Allah beri kemenangan atas perjuangan ummat dalam menghadapi pengkhianat yang akan, bahkan sudah, menjual negeri*.


(14). Kelak di akhirat mereka akan merasakan balasannya. "Dari Abu Said al-Khudri ra. bahwa Nabi saw bersabda, "Setiap pengkhianat itu ada benderanya di setiap duburnya pada hari kiamat. *Dimana bendera itu ditinggikan sesuai dengan kadar khianatnya*..."

(HR. Muslim).


*****

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut bulan suci dengan hati yang bersih

Omjay menjadi Blogger ternama

Renungan Ramadhan